fbpx

Benarkah Olahraga Angkat Beban Dapat Membuat Tubuh Makin Pendek?

Banyak orang yang semakin menyadari pentingnya gaya hidup sehat. Buktinya, banyaknya pusat kebugaran atau kelas olahraga tertentu yang tak pernah sepi pengunjung. Belum lagi tren olahraga baru juga terus bermunculan. Dan juga olahraga sendiri di rumah banyak dilakukan saat ini. Olahraga angkat beban merupakan salah satu pilihan olahraga favorit untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, popularitas ini juga ternoda dengan adanya anggapan bahwa angkat beban bisa bikin tubuh jadi pendek. Apa benar?

Kalau sedang pergi ke gym, Anda pastinya melihat banyaknya peratalan seperti dumbbell, barbel, hingga mesin pengangkat beban (smith machine). Sering kali rasa penasaran seolah menuntun Anda untuk mencobanya. Namun, karena adanya ada anggapan angkat beban bisa bikin tubuh pendek biasa saja keinginan itu ditepis jauh-jauh.

Ada juga yang percaya jika olahraga angkat beban dilakukan oleh anak-anak, ini bisa menghambat pertumbuhan tulangnya. Olahraga angkat beban dianggap dapat merusak lempeng pertumbuhan (epifisis) pada tulang anak, sehingga ini dapat membuat pertumbuhan tulang anak terganggu. Atas dasar pemahaman inilah banyak orang tua yang melarang anaknya melakukan olahraga angkat beban.

 

 

Benarkah olahraga angkat beban membuat tubuh makin pendek?

Rasa enggan atau takut berolahraga angkat beban karena alasan dapat berpengaruh pada tinggi badan ini apakah didasari fakta medis?

Faktanya, sampai saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa olahraga angkat beban dapat membuat tubuh seseorang lebih pendek, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Sebaliknya, olahraga angkat beban yang dilakukan secara rutin, tetap, dan sesuai porsi akan mendatangkan manfaat bagi kesehatan, yang salah satunya adalah meningkatkan kepadatan tulang. Pada orang dewasa, kepadatan tulang yang terjaga dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit osteoporosis di kemudian hari.

Pertumbuhan tinggi badan seseorang akan terus bertambah selama masih dalam usia pertumbuhan dan umumnya akan berhenti pada saat rata-rata usia 21 tahun. Selain itu, tinggi badan seseorang juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti genetika, asupan zat gizi, aktivitas fisik dan hormon.

Proses Pertumbuhan Tulang

Secara normal, manusia akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan semasa hidupnya, sejak di dalam kandungan hingga terlahir di dunia. Pada awalnya, semua tulang yang menyusun rangka tubuh adalah tulang rawan dan seiring proses pertumbuhan dan perkembangan, lama kelamaan tulang tersebut akan mengalami pemadatan, pemanjangan dan pengerasan yang prosesnya akan benar-benar berhenti pada usia sekitar 35 tahun.

Saat dalam masa pertumbuhan, terdapat lempengan pada bagian ujung tulang yaitu lempeng epifisis atau juga dikenal dengan lempeng pertumbuhan. Lempeng inilah yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan tulang. Lempeng ini akan terus membelah dan beregenerasi hingga seseorang mencapai tinggi maksimumnya. Pada akhirnya, jika sudah mencapai usia dewasa lempeng ini akan mengalami minerilasasi sehingga ikut mengeras dan tidak lagi tumbuh.

Hal yang ditakutkan orang yang mengerti anatomi, ketika anak-anak melakukan olahraga angkat beban adalah risiko terjadinya cedera pada bagian lempeng epifisis. Saat terjadi cedera maupun kerusakan pada lempeng ini, ditakutkan akan memicu pertumbuhan tulang yang terhambat, sehingga mereka menyimpulkan bahwa olahraga angkat beban dapat membuat anak menjadi pendek, padahal itu hanyalah mitos belaka. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa cedera di bagian lempeng ini dapat diperbaiki dan pertumbuhan tulang tetap dapat berlangsung normal. Pertumbuhan tinggi seseorang akan berlangsung hingga batas maksimal apabila didukung dengan asupan gizi yang baik dan olahraga secara teratur. Tidak ditemukan penelitian yang membuktikan bahwa olahraga angkat beban dapat menyebabkan anak jadi tambah pendek.

Fakta tentang olahraga angkat beban

Olahraga angkat beban pada anak sah-sah saja untuk dilakukan, asalkan prosesnya berlangsung dengan benar dan diawasi oleh professional yang benar-benar menguasai. Anak-anak boleh melakukan olahraga angkat beban paling muda setidaknya umur 7 atau 8 tahun dan dengan jumlah beban yang tidak terlalu berat. Perlu juga diluruskan bahwa tujuan latihan ini dilakukan pada anak-anak adalah bukan untuk membentuk otot maupun bersaing dalam kompetisi, melainkan hanya untuk memperkuat otot-otot dan meningkatkan ketahanan fisik untuk mengoptimalkan pertumbuhan.

Selain itu, banyak manfaat lainnya dari olahraga angkat beban yang dilakukan oleh anak anak maupun dewasa, diantaranya yaitu memperkuat tulang dan otot, meningkatkan daya tahan fisik, meningkatkan kepadatan tulang dan membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

Olahraga angkat beban juga merupakan jenis olahraga dengan tingkat risiko cedera yang sangat rendah dibandingkan dengan jenis olahraga yang melibatkan kontak fisik seperti sepak bola, basket dan voli. Oleh sebab itu, sebenarnya jenis olahraga ini sangat aman dilakukan oleh siapapun, termasuk anak-anak, dewasa bahkan lansia. Namun, untuk alasan keamanan dan keselamatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka ditekankan sekali lagi aktivitasnya dengan pengawasan dan pengarahan oleh professional.

Tak hanya itu, olahraga angkat beban pada orang dewasa yang dilakukan dengan teratur juga dapat meningkatkan jumlah dan ukuran sel-sel otot. Dengan massa otot yang lebih besar, ini akan membuat tubuh lebih bugar saat beraktivitas dan tidak mudah merasa lelah. Di sisi lain, penambahan sel-sel otot tersebut juga dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dari dalam tubuh. Dengan begitu, olahraga angkat beban juga cocok untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan.
Untuk memperoleh manfaat kesehatan yang disebutkan di atas, Anda dapat melakukan olahraga angkat beban 2-3 kali dalam seminggu. Untuk intensitas latihannya, tergantung dari tujuan yang ingin Anda capai. Perlu Anda ingat bahwa olahraga angkat beban tidak selalu harus bertujuan untuk memiliki tubuh yang dipenuhi otot layaknya binaragawan.

Pada usia muda, umumnya lebih dianjurkan beban yang tidak terlalu berat, dengan teknik gerakan yang tepat, dan jumlah repetisi yang lebih sering untuk melatih kekuatan otot, agar otot tetap proporsional.

Tips melakukan olahraga angkat beban secara benar

Pada prinsipnya, semakin besar beban angkat yang digunakan, maka semakin besar pula otot yang Anda latih. Lakukan latihan secara bertahap. Mulailah latihan dengan beban yang dapat Anda angkat dengan gerakan yang benar. Jika gerakan yang dilakukan berubah atau tidak sesuai tujuan, artinya beban yang Anda gunakan masih terlalu berat untuk tubuh Anda. Bila masih kesulitan dalam menentukan pola latihan, tidak ada salahnya jika Anda melakukan latihan bersama dengan instruktur yang terlatih. Ini juga penting untuk mencegah cedera akibat teknik yang tidak tepat.

Anda juga bisa menambahkan latihan aerobik (kardio) seperti berlari, bersepeda, atau dengan alat elliptical trainer agar kesehatan jantung dan metabolisme energi tetap seimbang.

Kesimpulan

Anggapan bahwa olahraga bisa bikin tubuh jadi pendek adalah sesuatu yang keliru. Sebaliknya, jika dilakukan dengan tepat, teratur, dan terukur, berbagai manfaat bagi kesehatan dan kebugaran bisa Anda raih. Yang membuat olahraga ini ialah, olahraga angkat beban ini terbukti dapat membantu mewujudkan bentuk tubuh ideal yang diinginkan oleh banyak orang, lho! Agar hasil yang diperoleh bisa optimal, konsultasikan olahraga angkat beban yang tepat dengan instruktur olahraga yang kompeten terlebih dulu, ya!

Anda juga bisa mengkonsusmi susu tinggi kalsium yang dapat membantu anda untuk menambah kepadatan tulang serta menambah tinggi badan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *